Lebih lanjut tentang OOP dengan bahasa pemrograman JAVA

2 08 2009

Oleh : Teguh Sutopo

Bahasa pemrograman JAVA merupakan bahasa pemrograman modern yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi. Bahasa pemrograman JAVA menerapkan paradigma full OOP. Bagi programmer pemula, untuk mengenal OOP akan jauh lebih mudah dengan menggunakan bahasa pemrograman JAVA.

Kelas (Class) Kekuatan OOP pada JAVA

Kelas (Class) merupakan kekuatan OOP. Kelas adalah sebuah kumpulan dari variabel-variabel yang disebut dengan atribut dan fungsi-fungsi yang disebut dengan metode (method), dimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi. Kelas menjelma menjadi type baru. Dari kelas inilah obyek (object) diciptakan. Kelas memberikan bentuk dan prilaku dari sebuah obyek.

Berikut contoh untuk memahami tentang kelas (class) dan obyek (object)

ooplanjut01

Kelas sederhana

ooplanjut02 Hasil eksekusi yang tampak di konsol

Dari contoh kelas (class) sederhana tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. public class AsslClass pada baris pertama merupakan deklarasi nama kelas yaitu AssClass. Kelas tersebut bersifat publik ditandai dengan kata kunci public yang artinya dapat diakses dari luar maupun dalam kelas. Kata kunci class merupakan deklarasi dari kelas. Perlu diingat bahwa nama file saat menyimpan kelas tersebut harus sama dengan nama kelas yaitu AsslClass dan dengan ektensi java, jadi nama file yang terbentuk yaitu AsslClass.java. JAVA bersifat case sensitive yaitu membedakan huruf besar kecil. Nama kelas harus dimulai dengan huruf dan setelah itu dapat dikombinasi dengan bilangan.

  2. Seperti dalam bahasa pemrograman C/C++, dalam satu program eksekusi hanya terdapat satu fungsi main() sebagai program utama yang akan dieksekusi. Pada JAVA, kelas yang akan dieksekusi harus mengandung metode (method) main(), JAVA memulai mengeksekusi dari metode tersebut yaitu public static void main(String [] args).

  3. System.out.println(“Assalamu’alaikum”) adalah metode untuk menampilkan string parameter Assalamu’alaikum di layar konsol. Metode println terdapat pada obyek out dan berada pada kelas System.

  4. Setiap baris pernyataan harus diakhiri dengan tanda titik koma ; (semicolon), sedangkan pasangan kurung kurawal merupakan tanda awal dan akhir dari blok / badan metode.

Contoh lain. Dari program contoh di atas kita kembangkan dengan menambah satu metode (method) yaitu cetakAssl() yang berfungsi menampilkan string Assalamu’alaikum di konsol, di mana motode System.out.println(“Assalamu’alaikum”) tidak kita tempatkan di metode main() tapi kita tempatkan di metode cetakAssl(). Pada metode main() kita ganti dengan penyataan memanggil metode cetakAssl().

ooplanjut03

Kelas dengan sebuah metode selain main()

ooplanjut04 Hasil eksekusi yang tampak di konsol

Tentu saja kita dapat menambahkan berbagai metode dengan fungsi-fungsi yang berbeda sesuai tujuannya serta atribut-atribut (variabel-variabel, konstanta, dll) dalam kelas tersebut. Berikut contoh lain kelas dengan atribut dan metode serta penciptaan obyek

1. Kelas KotakClass berisi satu method main(), menghitung luas permukaan balok dan isi dengan atribut lebar, panjang, tinggi, luas dan isi.

ooplanjut05ooplanjut06

2. Kelas KotakClass dikembangkan dengan menambah satu method hitungLuasIsi() dengan parameter lebar, panjang dan tinggi dimana parameter-parameter tersebut bertipe double. Semua baris pernyataan di method main() di pindah ke method hitungLuasIsi dan atribut luas dan isi dikeluarkan dari kelas main() menjadi variabel global. Tentunya adanya variabel global tidak dikehendaki dalam konsep OOP. Method main() hanya berisi pernyataan pemanggilan method hitungLuasIsi yang disertai dengan tiga nilai parameter.

ooplanjut07

3. pengembangan berikutnya kita pisahkan method hitungLuasIsi() dan atribut luas dan isi ke dalam bentuk kelas (class) tersendiri. Kelas tersebut menjadi tipe baru yang akan kita gunakan untuk membuat obyek, sehingga kelas induk yaitu kelas KotakAksi hanya berisi method main() dan berfungsi membentuk obyek serta mengeksekusinya.

ooplanjut09ooplanjut08

4. Kelas baru yang kita bentuk adalah kelas Kotak dan disimpan dalam file tersendiri yaitu Kotak.java. Kelas inilah yang akan kita gunakan untuk membentuk obyek.

ooplanjut09

5. Kelas KotakAksi kita jadikan kelas utama dimana pada kelas tersebut terdapat method main() yang akan membuat obyek dari kelas Kotak.

ooplanjut10

ooplanjut11


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: